BeritaBisnis

Pegadaian Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Opang Pondok Aren

16
×

Pegadaian Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Opang Pondok Aren

Sebarkan artikel ini
Pegadaian Area Cirendeu menggelar edukasi literasi keuangan bagi komunitas ojek pangkalan Pondok Aren
Pegadaian Area Cirendeu menggelar edukasi literasi keuangan bagi komunitas ojek pangkalan Pondok Aren. Foto: Istimewa

Sibertangerang.id – PT Pegadaian (Persero) Area Cirendeu memperkuat upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui kegiatan edukasi yang menyasar komunitas ojek pangkalan (Opang) di kawasan Pondok Aren dan sekitarnya.

Kegiatan tersebut digelar di The Gade Creative Lounge PKN STAN dengan melibatkan puluhan anggota komunitas ojek pangkalan.

Edukasi diberikan untuk membantu para pengemudi memahami cara mengelola pendapatan dan pengeluaran sehari-hari secara lebih terencana.

Selain pengelolaan keuangan harian, peserta juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan dana darurat serta mengenal pilihan investasi yang relatif mudah dijangkau, salah satunya melalui tabungan emas.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan pengemudi ojek pangkalan merupakan bagian penting dari ekonomi kerakyatan karena memiliki peran dalam menunjang mobilitas masyarakat.

Menurutnya, kelompok tersebut juga perlu mendapatkan akses terhadap edukasi mengenai pengelolaan keuangan agar lebih siap menghadapi berbagai risiko finansial.

“Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para mitra pengemudi ojek pangkalan, memiliki perencanaan keuangan yang kuat dan tidak rentan terhadap risiko finansial harian. Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Pegadaian berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan uang yang praktis, aman, dan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga mereka,” ujar Maryono.

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Cirendeu, Puji Widodo, menilai komunitas ojek pangkalan memiliki peluang besar untuk ikut memperkuat aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Karena itu, menurut Puji, pendampingan di tingkat area menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia, termasuk layanan berbasis digital.

“Komunitas ojek pangkalan memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan ini, Pegadaian Area Cirendeu hadir untuk mempermudah akses mereka terhadap ekosistem pembiayaan dan investasi emas. Kami juga mengenalkan pemanfaatan aplikasi Pegadaian Digital serta layanan Tring! agar transaksi harian dapat dilakukan dengan lebih aman, cepat, dan terencana,” jelas Puji Widodo.

Dalam sesi edukasi, para peserta mendapatkan materi mengenai cara mengatur pendapatan harian, menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan, hingga mengenal berbagai produk dan layanan digital Pegadaian.

Pemanfaatan layanan digital tersebut diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk membantu peserta melakukan transaksi keuangan secara mandiri dengan lebih aman dan praktis.

Tak hanya memberikan edukasi, Pegadaian Area Cirendeu juga menyalurkan bantuan sosial kepada para peserta.

Bantuan tersebut berupa paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Pegadaian juga menyerahkan perlengkapan kerja berupa rompi operasional Tring! yang diharapkan dapat menunjang aktivitas serta kenyamanan para pengemudi ojek pangkalan ketika bekerja.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pegadaian dalam menggabungkan pemberdayaan masyarakat dengan peningkatan pemahaman finansial.

Dengan bekal yang diberikan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam mengatur keuangan keluarga.

Mulai dari mengelola pemasukan, mengendalikan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung hingga mempertimbangkan investasi sesuai kemampuan dan tujuan finansial masing-masing.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan dukungan sosial bagi masyarakat, Pegadaian berupaya tidak hanya memberikan bantuan langsung.

Perusahaan juga mendorong masyarakat agar semakin mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, mandiri, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *