BeritaTangerang Kota

DLH Kota Tangerang Lakukan Konservasi Air untuk Atasi Ancaman Defisit Air

70
×

DLH Kota Tangerang Lakukan Konservasi Air untuk Atasi Ancaman Defisit Air

Sebarkan artikel ini
Lubang Biopori atau resapan air.
Lubang Biopori atau resapan air.

Sibertangerang.id, Kota Tangerang – Pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan di Kota Tangerang berdampak signifikan terhadap berkurangnya lahan terbuka hijau yang beralih fungsi menjadi kawasan permukiman dan infrastruktur.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah kecamatan di Kota Tangerang mengalami defisit air, sehingga mengganggu fungsi lingkungan seperti siklus hidrologi, kualitas tanah, serta keseimbangan ekosistem kawasan lindung.

Berdasarkan kajian yang dilakukan pada tahun 2023, dari total 13 kecamatan di Kota Tangerang, hanya dua kecamatan yang masih memiliki surplus air, yakni Kecamatan Neglasari dan Kecamatan Pinang. Sementara itu, proyeksi daya dukung dan daya tampung air hingga tahun 2054 menunjukkan penurunan ketersediaan air yang cukup signifikan, mencapai 58,85 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan berbagai upaya konservasi air sebagai langkah antisipatif terhadap ancaman krisis air di masa mendatang. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan infrastruktur konservasi air, seperti kolam retensi yang dilengkapi dengan sumur injeksi berkedalaman lebih dari 30 meter hingga mencapai lapisan pasir kedua.

Selain itu, DLH juga membangun sumur injeksi, sumur resapan, serta biopori super jumbo yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tangerang. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya serap air ke dalam tanah sekaligus menjaga keseimbangan cadangan air tanah.

Konservasi air tersebut diharapkan dapat menjamin ketersediaan air bersih bagi seluruh makhluk hidup, mencegah terjadinya krisis dan kelangkaan air, melindungi lingkungan dari pencemaran serta kerusakan ekosistem, sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan.

Adapun hingga saat ini, infrastruktur konservasi air yang telah dibangun oleh DLH Kota Tangerang meliputi empat kolam retensi, 44 sumur injeksi, 175 sumur resapan, serta 3.140 biopori super jumbo yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tangerang.

Reporter: Andri Piliang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *